Musriadi Aswad Motivasi Pelajar Banda Aceh: Gunakan Masa Muda untuk Raih Ilmu, Prestasi dan Ridha Allah

Banda Aceh4 Dilihat
banner 468x60

Banda Aceh|Seulawah.my.id — Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd, mengajak para pelajar memanfaatkan masa muda sebaik mungkin dengan menuntut ilmu, membangun karakter, meraih prestasi, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pesan tersebut disampaikan Musriadi saat menjadi Pembina Upacara di hadapan para siswa dan guru di salah satu sekolah di Kota Banda Aceh.

banner 336x280

Dalam amanatnya, Musriadi menegaskan bahwa masa muda merupakan fase penting dalam kehidupan yang tidak akan terulang. Karena itu, waktu selama menempuh pendidikan harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan masa depan.

“Jangan sia-siakan hari ini. Waktu tidak pernah kembali. Gunakan masa muda untuk belajar, berjuang, berprestasi dan mempersiapkan masa depan,” pesan Musriadi.

Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang penting dalam membentuk kepribadian, kedisiplinan, tanggung jawab dan karakter siswa.

Ia mengatakan setiap pelajar memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih cita-cita, terlepas dari latar belakang keluarga maupun kondisi kehidupan masing-masing.

Musriadi juga memberikan motivasi kepada siswa yang merasa dirinya masih biasa-biasa saja, berasal dari keluarga sederhana, atau pernah mengalami kegagalan dalam belajar maupun meraih prestasi.

Menurutnya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti berusaha. Sebaliknya, pengalaman tersebut harus dijadikan bahan evaluasi untuk bangkit dan memperbaiki diri.

“Kalau hari ini belum berprestasi, tidak apa-apa. Kalau pernah gagal, tidak apa-apa. Yang tidak boleh adalah berhenti berusaha,” tegasnya.

Ingat Pengorbanan Orang Tua

Dalam kesempatan tersebut, Musriadi mengingatkan para siswa mengenai besarnya peran orang tua dalam perjalanan pendidikan mereka.

Menurutnya, di balik keberhasilan seorang anak terdapat doa, kerja keras dan pengorbanan orang tua yang sering kali tidak terlihat.

Karena itu, ia meminta para siswa menghormati dan menaati orang tua serta berusaha membahagiakan mereka melalui kesungguhan belajar, menjaga pergaulan dan menunjukkan akhlak yang baik.

“Jangan lupa, di balik keberhasilan kalian ada doa dan pengorbanan orang tua. Hargai mereka, hormati mereka dan buktikan dengan kesungguhan kalian dalam belajar,” katanya.

Musriadi menilai keberhasilan pelajar tidak semata-mata diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari sikap dan karakter yang dibangun sejak bangku sekolah.

Menurutnya, kecerdasan tanpa akhlak dapat kehilangan arah. Pendidikan, kata dia, harus mampu melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus nilai moral dan spiritual.

Apresiasi Dedikasi Guru

Kepada para guru, Musriadi menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian dalam mendidik generasi muda.

Ia menilai tugas guru bukan hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing siswa agar memiliki karakter, disiplin, tanggung jawab dan mental yang kuat.

Menurutnya, teguran, tugas, aturan dan kedisiplinan yang diterapkan guru merupakan bagian dari proses pendidikan yang akan membentuk siswa dalam menghadapi kehidupan di masa depan.

“Guru mungkin tidak pernah tahu, tetapi satu kalimat yang disampaikan hari ini bisa menjadi alasan seorang siswa bangkit dan mengubah kehidupannya di masa depan,” ujarnya.

Musriadi berharap para siswa tidak memandang teguran atau nasihat guru sebagai bentuk pembatasan. Sebaliknya, hal tersebut harus dipahami sebagai bentuk perhatian dan bagian dari proses pembentukan karakter.

Jangan Hanya Mengejar Kesuksesan Pribadi

Musriadi juga mengingatkan para siswa agar tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi memiliki cita-cita menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh di sekolah harus menjadi bekal untuk berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, daerah, bangsa dan agama.

“Jadilah generasi yang cerdas tetapi rendah hati, berprestasi tetapi tidak sombong, memiliki cita-cita tinggi tetapi tetap dekat dengan Allah. Kejar ilmu, kejar prestasi, dan kejar ridha Allah,” katanya.

Ia mengajak siswa membangun kebiasaan positif sejak dini, seperti menghormati guru, menyayangi teman, mematuhi orang tua, rajin belajar, disiplin, jujur, menjaga pergaulan dan tidak meninggalkan salat.

Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter dan menentukan kualitas seseorang di masa depan.

“Jangan tunggu menjadi orang besar untuk berbuat baik. Mulailah dari sekarang, dari hal-hal kecil, dari lingkungan sekolah dan keluarga,” ujarnya.

Di akhir amanatnya, Musriadi memotivasi para siswa agar tidak pernah menyerah pada keadaan. Menurutnya, tidak ada yang dapat mengetahui sejauh mana masa depan seorang pelajar.

Siswa yang hari ini duduk mengikuti upacara, kata dia, bisa saja kelak menjadi pemimpin, akademisi, pengusaha, profesional, birokrat, anggota legislatif maupun tokoh yang memberikan perubahan besar bagi masyarakat.

“Suatu hari nanti, anak yang hari ini duduk diam di barisan upacara bisa menjadi orang besar yang mengubah dunia. Jangan pernah menyerah pada keadaan. Teruslah belajar, berjuang dan berdoa,” pungkasnya.

Musriadi berharap lembaga pendidikan di Kota Banda Aceh tidak hanya melahirkan siswa dengan nilai akademik tinggi, tetapi juga generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, berkarakter dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan, masa muda merupakan kesempatan yang sangat berharga. Karena itu, setiap waktu yang dimiliki pelajar hendaknya digunakan untuk kegiatan positif sebagai bekal menghadapi masa depan.[]

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *