Anggota DPRK Desak Pemko Banda Aceh Tertibkan Anjing Liar Jelang Ramadhan

Uncategorized6 Dilihat
banner 468x60

seulawah.my.id

Banda Aceh — Anggota DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, meminta Pemerintah Kota Banda Aceh segera mengambil langkah konkret untuk menertibkan keberadaan anjing liar yang dinilai semakin meresahkan masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

banner 336x280

Permintaan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya laporan warga terkait maraknya kawanan anjing liar yang berkeliaran di sejumlah kawasan permukiman. Ia menilai kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keamanan dan kesehatan apabila tidak segera ditangani.

Dalam beberapa pekan terakhir, warga dari berbagai gampong melaporkan peningkatan jumlah anjing liar yang berkeliaran sejak siang hingga malam hari. Beberapa wilayah yang disebutkan antara lain Lamgugob, Pineung, Mulia, serta kawasan padat penduduk lainnya.

“Laporan yang kami terima menunjukkan keberadaan anjing liar sudah mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu perlu langkah cepat dari pemerintah melalui dinas terkait,” ujar Tuanku Muhammad, Kamis (19/2/2026).

Keluhan warga, lanjutnya, bukan hanya terkait hewan yang masuk ke lingkungan permukiman, tetapi juga karena kerap memasuki pekarangan rumah dan area tempat ibadah. Bahkan, sejumlah warga melaporkan barang-barang rumah tangga seperti sandal, pakaian, dan peralatan ringan rusak akibat digigit atau diseret anjing liar.

Selain itu, anjing liar juga sering mengacak-acak sampah yang telah dikumpulkan warga sebelum diangkut petugas kebersihan. Akibatnya, lingkungan kembali kotor dan menimbulkan bau tidak sedap.

Tuanku Muhammad menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi berkembang menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk risiko penyebaran penyakit seperti rabies jika populasi tidak dikendalikan secara terencana.

Ia mendorong pemerintah kota melakukan penanganan terpadu, seperti operasi penangkapan, program sterilisasi untuk pengendalian populasi, vaksinasi, hingga relokasi ke tempat yang lebih aman.

“Penanganannya harus terukur dan berkelanjutan. Bisa melalui operasi tangkap, kemudian dilakukan sterilisasi atau vaksinasi agar tidak menimbulkan risiko penyakit,” katanya.

Ia juga menyoroti meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam hari selama Ramadhan, seperti salat tarawih, tadarus, dan kegiatan sosial lainnya. Kondisi tersebut membuat aspek keamanan lingkungan menjadi semakin penting.

Menurutnya, keberadaan anjing liar yang berkeliaran pada malam hari dikhawatirkan mengganggu rasa aman masyarakat, terutama anak-anak dan lansia yang beraktivitas menuju masjid atau kembali ke rumah.

“Selama Ramadhan aktivitas masyarakat meningkat hingga malam hari. Karena itu persoalan ini perlu segera ditangani agar warga dapat beribadah dengan nyaman,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah kota melalui dinas teknis segera melakukan pendataan dan penertiban secara bertahap di wilayah yang dilaporkan rawan. Masyarakat juga diimbau ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sisa makanan sembarangan yang dapat menarik hewan liar.

“Kita berharap ada langkah nyata dalam waktu dekat agar kenyamanan dan keamanan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.[ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *