Banda Aceh Bidik Wisata Berkualitas, Perkuat Konektivitas Destinasi

Banda Aceh12 Dilihat
banner 468x60

BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh mulai mengarahkan strategi pengembangan pariwisata dari sekadar mengejar tingginya angka kunjungan wisatawan menuju konsep quality tourism atau pariwisata berkualitas.

Pergeseran orientasi tersebut dinilai penting agar setiap kunjungan wisatawan tidak hanya berdampak pada peningkatan jumlah orang yang datang, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, pelaku usaha, serta daerah.

banner 336x280

Komitmen itu dibahas dalam rapat koordinasi Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Tim Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI yang berlangsung di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Sabtu (19/9/2026).

Rapat tersebut dipimpin Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dan diikuti Sekretaris Daerah, para asisten, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Banda Aceh.

Dalam pertemuan itu, berbagai potensi dan tantangan pengembangan sektor pariwisata Banda Aceh dibahas secara menyeluruh. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah bagaimana menjadikan Banda Aceh bukan hanya sebagai kota yang dikunjungi wisatawan, tetapi sebagai destinasi yang mampu memberikan pengalaman berkualitas dan mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama.

Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar RI, Reza Fahlevi, menyebut Banda Aceh memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata.

menjadi produk wisata yang memiliki nilai edukasi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Hubungkan Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang.

Pemko Banda Aceh juga melihat pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan secara terpisah berdasarkan batas administratif daerah.

Karena itu, konektivitas paket wisata antara Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang menjadi salah satu gagasan yang didorong untuk dikembangkan.

Wisatawan yang datang ke Banda Aceh dapat diarahkan untuk melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi di Aceh Besar maupun Sabang. Sebaliknya, wisatawan yang datang melalui Sabang maupun Aceh Besar juga dapat terhubung dengan destinasi yang berada di Banda Aceh.

Pola perjalanan antardaerah tersebut diharapkan dapat memperpanjang length of stay atau lama tinggal wisatawan.

Semakin lama wisatawan berada di suatu kawasan, semakin besar pula peluang terjadinya transaksi di berbagai sektor, mulai dari akomodasi, kuliner, transportasi, oleh-oleh, ekonomi kreatif hingga jasa pariwisata.

Dengan demikian, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata tidak hanya dirasakan oleh pengelola destinasi, tetapi dapat menyebar kepada pelaku usaha dan masyarakat di berbagai daerah.

Revitalisasi Kota Tua

Di sisi lain, Pemko Banda Aceh juga tengah menyiapkan revitalisasi kawasan kota tua sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas pariwisata kota.

Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang yang memiliki nilai sejarah, tetapi juga dapat terhubung dengan berbagai destinasi lainnya sehingga membentuk satu pengalaman wisata yang lebih utuh.

Revitalisasi kota tua juga menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan potensi sejarah, budaya, ekonomi kreatif dan aktivitas masyarakat.

Jika dikembangkan secara terpadu, kawasan kota tua dapat menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan wisatawan ketika menjelajahi Banda Aceh.

Langkah tersebut sejalan dengan arah pengembangan quality tourism, yakni menciptakan destinasi yang memiliki daya tarik, pengalaman, pelayanan dan fasilitas yang mampu meningkatkan nilai kunjungan wisatawan.

Ke depan, keberhasilan pariwisata Banda Aceh tidak hanya diukur dari berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi juga dari seberapa lama mereka tinggal, berapa banyak aktivitas ekonomi yang tercipta, serta seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

Melalui penguatan produk wisata, narasi sejarah, konektivitas antardaerah, peningkatan kualitas fasilitas dan SDM, Banda Aceh diarahkan untuk membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Dengan potensi sejarah, religi, budaya, kuliner dan wisata kebencanaan yang dimiliki, Banda Aceh memiliki modal untuk mengembangkan pariwisata dengan karakter yang kuat sekaligus memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.(**)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *