BANDA ACEH – Upaya pemerintah dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran terus diperkuat melalui pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini dinilai krusial, terutama di tengah dinamika sosial ekonomi yang masih dihadapi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan keluarga kurang mampu.
Pemutakhiran DTSEN tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Kejujuran dan keterbukaan warga dalam memberikan informasi menjadi faktor utama dalam menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kejujuran masyarakat dalam memberikan informasi menjadi kunci. Jika semua pihak terlibat, maka data yang dihasilkan akan lebih berkualitas,” ujarnya, (9/4/2026).
Ia menjelaskan, selama ini tantangan terbesar dalam penyaluran bantuan sosial adalah ketidaktepatan data. Masih ditemukan kasus di mana bantuan tidak tepat sasaran, baik karena data yang belum diperbarui maupun adanya informasi yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Oleh karena itu, sistem pemutakhiran DTSEN kini didorong menjadi lebih terbuka, transparan, dan partisipatif. Masyarakat tidak hanya menjadi objek pendataan, tetapi juga subjek yang berperan aktif dalam memastikan validitas informasi yang diberikan.
Dengan sistem yang lebih inklusif, pemerintah diharapkan mampu membangun basis data yang kuat sebagai landasan dalam merumuskan berbagai kebijakan sosial. Data yang valid akan membantu pemerintah dalam menentukan prioritas program, mengalokasikan anggaran secara tepat, serta menghindari potensi tumpang tindih bantuan.
Selain itu, keterlibatan berbagai pihak, mulai dari aparatur gampong, relawan sosial, hingga tokoh masyarakat, juga dinilai penting dalam proses verifikasi dan validasi data. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat proses pemutakhiran sekaligus meningkatkan akurasi data secara menyeluruh.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, keberadaan data yang akurat menjadi sangat penting. Program bantuan sosial, subsidi, hingga intervensi pemerintah lainnya akan lebih efektif apabila didukung oleh data yang valid dan terkini.
Langkah pemutakhiran DTSEN ini pun dipandang sebagai strategi jangka panjang dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih kuat dan berkelanjutan. Tidak hanya sekadar mendata, tetapi juga memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan ke depan tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran. Setiap program yang digulirkan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh mereka yang paling berhak menerima.(**)
















