Setahun Illiza–Afdhal Pimpin Banda Aceh, DPRK Nilai Citra Kota Kian Menguat

Uncategorized18 Dilihat
banner 468x60

seulawah.my.id

BANDA ACEH – Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah, kinerja keduanya mendapat apresiasi dari kalangan legislatif.

banner 336x280

Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, menilai dalam kurun satu tahun terakhir Banda Aceh semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.

Pasangan Illiza–Afdhal dilantik oleh Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, pada 12 Februari 2025 dalam rapat paripurna DPRK Banda Aceh. Sejak itu, berbagai program pembangunan dan kolaborasi lintas sektor dijalankan sebagai bagian dari visi menjadikan Banda Aceh sebagai kota kolaboratif dan religius.

“Dalam satu tahun pemerintahan Illiza-Afdhal, Kota Banda Aceh semakin ‘dithe le donya’ atau semakin dikenal oleh dunia,” ujar Tuanku, Sabtu (21/2/2026).

Menurut dia, indikator tersebut terlihat dari meningkatnya kunjungan tokoh nasional maupun internasional, serta sejumlah penghargaan dan kerja sama yang diraih Pemerintah Kota Banda Aceh. Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Banda Aceh sebagai kota yang terbuka terhadap inovasi dan kemitraan.

Tuanku juga menyoroti hubungan antarlembaga yang berjalan kondusif dan sinergis, khususnya antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Stabilitas tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan program pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Beberapa program pembangunan mulai terlihat tertata dengan baik. Ini patut diapresiasi karena dijalankan dalam kondisi anggaran yang masih terbatas,” katanya.

Dalam aspek penegakan syariat Islam, ia menilai pemerintah kota menunjukkan komitmen melalui pembinaan masyarakat dan razia qanun. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah agar penerapannya lebih optimal dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Tuanku menambahkan, satu tahun masa pemerintahan belum cukup untuk menilai hasil pembangunan secara menyeluruh. Namun arah kebijakan yang tertuang dalam visi dan misi pasangan Illiza–Afdhal mulai terlihat melalui program yang sedang dan akan dijalankan, termasuk dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Keberhasilan tentu harus diukur dari capaian program dalam RPJMD. Kita masih dalam tahap awal sehingga perlu waktu untuk melihat hasil yang lebih konkret,” ujarnya.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, ia berharap Pemerintah Kota Banda Aceh dapat mempercepat realisasi program, terutama yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, tantangan utama yang masih dihadapi Banda Aceh adalah angka kemiskinan yang relatif tinggi, sehingga diperlukan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga.

“Kita berharap di tahun kedua ini pasangan Illiza-Afdhal bisa lebih tancap gas dalam menghadirkan pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.[ADV]

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *